8987.59 km (557.75 miles)
As you all know, negara
1001 larangan atau Singapore itu punya banyak banget hal yang buat orang
Indonesia irikan. Waktu gue TK maybe, for
the first time I go to Spore and untill now, negara itu semakin lama
semakin bagus banget. I’m so proud of
people in there karena negara itu literally
bagus banget, bersih, rapih, dan nyaman ditinggalin. Jadi, terakhir gue
kesana itu sekolah gue ngadain study tour
ke Spore-Malay dan si tour guide nyeritain
gimana keseharian orang-orang disana dan itu jauh banget sama di Indo.
Ternyata, setelah dijelasin tentang cara pemakaian kendaraan disana, mobil
enggak selamanya bakal dipake masyarakat sana yang membeli mobil tsb. Dan,
itupun yang mempunyai mobil berarti sangat berduit. Karena disana semacam
memiliki aturan lama pakai, harga yang sangat tinggi, dan peraturan-peraturan
yang sangat ketat. Pantas saja, disana tidak terlalu ramai kendaraan dan asap
kendaraanpun sedikit sekali. Dengan itu, masyarakat disana jarang yang terkena
polusi udara. Kebanyakan masyarakat Singapore terkena sakit karena stress, disana bukan hanya peraturan
yang sangat ketat, tetapi pendidikan juga tidak kalah ketat. Gue dari SD pengen
sekolah disana, karena gue searching
searching pendidikan disana itu bagus banget. Pelajar-pelajar disana,
sangat dilatih untuk sukses dan memang sekolah yang harus serius.
Gue enggak tahu, di Spore udah berlakuin yang saat sekolah
sebelum kuliah, itu sudah fokus dengan apa yang dicita-citakan. Nah, gue
sebenernya belum terlalu mengerti sih masalah begituan, tapi gue pengen
Indonesia memerlakukan hal tersebut seperti negara negara luar yang sudah
seperti itu. Karena, menurut gue dan temen-temen gue itu sesudah lulus ujian,
biasanya lupa akan hal yang dia tidak suka. Misalnya, gue suka Ipa. Nah,
sekolah kan belajar bukan tentang Ipa doang, ada PKN, IPS, dll yang bertolak
belakang dengan apa yang gue suka. Setelah ujian, I’ll forget what I’ve been studied. Jadi itu percuma banget
belajarnya. Mending kita ngabisin bertahun tahun untuk belajar apa yang emang
diingikan dan enggak bakal dilupakan. Kalau SD, ya mungkin untuk membekali
sedikit dan untuk mengenal apa yang diinginkan diri sendiri. Gitu sih, menurut
gue.
Anyone agree with me?


Comments
Post a Comment